December
2008
No Title Needed!1
Dah jam lima pagi dan aku masih segeeer, belom bisa tidur. Padahal dah nonton 3 judul film dan posting ke 2 blog yang beda, tapi here I am, masih bingung mo ngapain.. kayaknya kebanyakan kafein nih.. ^sigh^ .. , jadilah ngutak atik blog ajaibku ini .. , templatenya lumayan cantik kan? Walaupun sejujurnya aku gak terlalu suka warna ungu tapi yah, lumayanlah, dibandingkan template lain yang not so me banget..
Tadi abis baca devotional bagus dari Zondervan, yang topiknya ‘Seek God everywhere’. Konon tulisnya, kita hanya suka mengidentikkan Tuhan dengan hal-hal spiritual saja. Padahal, dalam kenyataannya, semuanya adalah dari Dia, melalui Dia, dan bagi Dia. Sebenernya, gak ada yang namanya dunia sekuler kalo gitu, karena toh apapun yang terjadi, kita seharusnya bisa melihat Dia bekerja melalui semua hal yang bergerak di sekitar kita. Entah itu dalam pekerjaan kita, di alam terbuka, penyakit kita, kesusahan kita, musik yang kita dengar atau film yang kita tonton, semua itu bisa menyatakan sosok Tuhan yang walaupun gak bisa dilihat, tapi dirasakan keberadaanNya. (Apa namanya? Providensia? -Ehm, kayaknya tambah pagi aku tambah bijak niy nulisnya..).
Dalam sebuah kesempatan registrasi ke sebuah website, aku pernah ditanya ‘kapan kamu merasa paling dekat dengan Tuhan?’. Gile, susah banget sih pertanyaannya! Tapi mau gak mau bikin aku berpikir juga, kapan ya aku merasa paling dekat sama Tuhan? Mungkin waktu aku pengen mati karena banyaknya tekanan, kali yee.. :). Tapi kayaknya sih kujawab waktu aku baca buku bagus, nonton film bagus, atau sedang terinspirasi, karena aku percaya bahwa semua yang kupunya, itu kudapat dari Tuhan, karena gak ada orang bisa memiliki sesuatu jika tidak dikaruniakan dari sorga. Betul gak..
Tadi juga abis baca blog temenku Nani tersayang yang blognya kerwen abis. (Serius, Nan!) Katanya dia baru dapet kiriman blog dari aku (hihi, bahasanya lucu banget. Kiriman blog, memangnya paket..). Tapi sebenernya aku gak tau aja gimana cara nyetting supaya kalo kita menulis blog gak perlu dikirim dan dibaca oleh semua teman kita di FS. Sejujurnya, aku masih suka malu kalo tulisanku dibaca orang. So, please, can somebody help me untuk merubah settingan this little blog of mine?
Mungkin karena pada dasarnya suka menulis aja kali ya, jadi I love being a blogger. Padahal dulu, kalo ditanya alasannya kenapa suka menulis, jawabannya adalah karena aku sedikit neurotik dan butuh menyendiri, gak terlalu suka berada di lingkungan yang hingar bingar dan ruamai, dan gak pintar bicara. Oh, I don’t need to be on the spotlight. It’s not me at all! Sebenernya masih sama sih, sampe sekarang hehehe..
Sebenernya kepengen garnished blog ini pake apa, gitu. Tapi karena basicnya WP yang -kenapa sih!- gak nerima JavaScript, jadi syusye deh aye pasang banner ato apa yang lucu2 di sini (apa gw yang gak ngerti masangnya ya? :)). Hmmghhh..
Well, ini dah tgl 27 Desember. Empat hari lagi kita semua akan meninggalkan th 2008 dan melangkah ke tahun yang sama sekali baru. Apa yang akan terjadi kelak juga masih unpredictable. Kalo dipikir, ternyata kita semua warga dunia ini walaupun berasal dari berbagai latar belakang, budaya, keluarga ato kebiasaan yang beda, tetap punya satu persamaan universal, yaitu hidup dalam pergerakan waktu yang terus berputar dan gak pernah sempat untuk menoleh ke belakang. Kalo kita berhenti sebentaar aja, kita akan tertinggal. Tapi kalo kita terus mengikuti pergerakannya, bisa-bisa kita nggak sempat menikmati hidup.. Jadi lebih baik kita jalani yang ada aja kali yee.
Kadang, karena terpaku pada keadaan di masa lalu, kita jadi gak bisa menoleh ke depan. Kita teruuus saja hidup dalam bayang2 masa lalu kita. Padahal, apa yang sudah terjadi toh gak akan pernah bisa diulang kembali. Seperti kata pepatah, ‘Mungkin kita gak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa mengubah masa depan kita melalui masa ini..’ (hihihi, ada gak sih pepatah kayak gitu?).
Jika kita merasa nggak punya apa-apa, kita masih punya sesuatu yang sangat berharga yang bernama masa kini. Kita memang gak bisa memilih saat kita hidup, tapi saat inilah yang memilih kita. Jadi, yang harus kita lakukan adalah memandang ke depan, merencanakan hidup dan tetap berpegang pada masa kini sebagai patokan. Mungkin kita punya banyak impian untuk masa yad. Tapi kalo di masa ini kita cuma duduk menanti ya impian dan kesempatan itu gak akan pernah datang. Toh, saat yang tepat hanya akan menjumpai mereka yang sedang bekerja, bukannya mereka yang hanya duduk berpangku tangan.
Hmhh.. sebenarnya ini sindiran pribadi juga sih. Buat aku yang sangat santai ini (kata sepupu tersayangku yang sekarang tinggal di jerman, sifat itu ’sangat indonesia’!), mungkin harus terus menerus mengingatkan diri sendiri dan mereview kehidupanku kalo mau maju. Kalo tiap orang santainya seperti diriku, gimana dunia bisa maju? Hehehehe. Tapi jangan lupa dong, kalo yang terlalu buru buru itu juga gak baik. Seperti yang sudah kukatakan ratusan kali, kue yang pas waktu pembakarannyalah yang akan jadi kue yang enak. Kalo buru buru diangkat ato dibuka-buka ovennya, bisa bantat dan nggak cantik kue itu. Tapi kalo kelamaan manggangnya juga bisa gosong. Jadi perlu jugalah untuk tetap sabar dan menjalani hidup seperti apa adanya, bukan hanya seperti apa yang kita inginkan. Karena kalo mo ngikutin keinginan kita mah, kapan ada matinya sih keinginan kita?
Yeah, kalo mo ngikutin keinginan menulis mah gak akan ada akhirnya. Aku kan emang gak bisa menulis pendek. (Tapi jangan heran kalo kamu ketemu saya terus saya diem aja karena gak ada bahan buat diceritain ya, karena saya emang gak suka bercerita. Sebaliknya, kalo baca blog saya, jangan heran kalo hampir gak ada postingan yang pendek hehehe..).
Well, this is me, anyway. Apa boleh buat, Tuhan sudah ciptakan demikian? ![]()
Happy Saturday everyone!
blessings to you,
K.


